Minggu, 03 Juni 2018

This Spesial Moment









Alhamdulillah ‘Ala Kulli Hal

Tepat di hari sabtu tanggal 5 Mei 2018 atau bertepatan dengan 19 Sya’ban 1439 H kami melangsungkan akad nikah. Sederhana memang! Tidak ada dangdut atau live performance dari nasyid atau qasidah. Ya, hanya di iringi lagu yang bersumber dari kumpulan mp3 di handphone android jadul.

Tsumma alhamdulillah. Momen yang yang paling menggembirakan adalah saya dan suami bisa melaksanakan Walimatul ‘Ursy sesuai hukum Syara. Betapa banyak di luar sana harus makan hati karena momen spesial harus ternodai dengan ikhtilat tamu laki-laki dan perempuan.

Tsumma alhamdulillah. Tak terasa dua hari lagi usia pernikahan kami genap satu bulan. 

Kawan, kalian bisa membayangkan tidak, dua insan yang tidak saling mengenal ini hidup satu rumah untuk selama-lamanya. Saling tatap dalam proses ta’aruf saja tidak pernah. Mendadak saat sah, kami (terutama saya) harus mengecup punggung tangan suami, seorang ikhwan. Saya merasakan pening di kepala saat hendak memegang tangan yang nanti akan menjadi tulang punggung keluarga itu. 

Sementara itu, pihak photografer sudah mendesak untuk mengabadikan momen tersebut. Bismillah.. suatu kebahagian tersendiri bisa membelai tangannya, tangan yang mungkin tak layak jadi aktor seperti Kim Soo Hyun yang cute. Ia lebih dari segalanya. tangan itulah yang akan melindungi perempuan yang masih kekanak-kanakan ini. 

Sampai akhir walimah kami tak saling tegur sapa. Menanyakan sudah makan apa belum saja tidak berani apalagi mengobrol hal-hal konyol yang sering saya lihat di akun-akun yang membagikan kemesraan bersama pasangan di akun publik. 

Namun, suami pernah bilang. “Kalau saya tidak memulai akan sampai mana hubungan ini berlanjut?” akhirnya, selepas acara meski suami terlihat begitu lelah, beliau mengajak saya jalan mengendarai motor di udara yang dingin menusuk hingga ke tulang. inilah pertama kali saya di bonceng cowo. OMG hehehe.

Tsumaa alhamdulillah. Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kami terutama saya karena bisa bertemu dengan lelaki sempurna seperti dia. Setiap hujjahnya sesuai hukum syara, setiap nasehatnya disertai dalil qathi, setiap ilmunya dia berikan penuh dengan cinta, dan belaiannya bentuk kasih sayang kepada istrinya. 

Tsumma alhamdulillah. Semoga pernikahan ini menjadi salah satu wasilah dakwah. Bukankah tujuan menikah adalah ibadah?

Saya adalah salah satu orang pilihan yang Allah titipkan mendapatkan amanah terbesar sepanjang hidup, yakni lelaki yang penuh dengan tanggung jawab menghantarkan saya bersama menuju Jannah-Nya. Semoga saya bisa mempertanggungjawabkan itu.

Love you so much, ayang. 

Wallahu Alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar