Alhamdulillah ‘Ala Kulli
Hal
Tepat di hari sabtu
tanggal 5 Mei 2018 atau bertepatan dengan 19 Sya’ban 1439 H kami melangsungkan
akad nikah. Sederhana memang! Tidak ada dangdut atau live performance dari
nasyid atau qasidah. Ya, hanya di iringi lagu yang bersumber dari kumpulan mp3
di handphone android jadul.
Tsumma alhamdulillah. Momen yang yang
paling menggembirakan adalah saya dan suami bisa melaksanakan Walimatul ‘Ursy
sesuai hukum Syara. Betapa banyak di luar sana harus makan hati karena momen
spesial harus ternodai dengan ikhtilat tamu laki-laki dan perempuan.
Tsumma alhamdulillah. Tak
terasa dua hari lagi usia pernikahan kami genap satu bulan.
Kawan, kalian bisa membayangkan
tidak, dua insan yang tidak saling mengenal ini hidup satu rumah untuk
selama-lamanya. Saling tatap dalam proses ta’aruf saja tidak pernah. Mendadak saat
sah, kami (terutama saya) harus mengecup punggung tangan suami, seorang ikhwan.
Saya merasakan pening di kepala saat hendak memegang tangan yang nanti akan
menjadi tulang punggung keluarga itu.
Sementara itu, pihak
photografer sudah mendesak untuk mengabadikan momen tersebut. Bismillah.. suatu
kebahagian tersendiri bisa membelai tangannya, tangan yang mungkin tak layak
jadi aktor seperti Kim Soo Hyun yang cute. Ia lebih dari segalanya. tangan
itulah yang akan melindungi perempuan yang masih kekanak-kanakan ini.
Sampai akhir walimah kami
tak saling tegur sapa. Menanyakan sudah makan apa belum saja tidak berani
apalagi mengobrol hal-hal konyol yang sering saya lihat di akun-akun yang
membagikan kemesraan bersama pasangan di akun publik.
Namun, suami pernah
bilang. “Kalau saya tidak memulai akan sampai mana hubungan ini berlanjut?”
akhirnya, selepas acara meski suami terlihat begitu lelah, beliau mengajak saya
jalan mengendarai motor di udara yang dingin menusuk hingga ke tulang. inilah
pertama kali saya di bonceng cowo. OMG hehehe.
Tsumaa alhamdulillah. Begitu
banyak nikmat yang Allah berikan kepada kami terutama saya karena bisa bertemu
dengan lelaki sempurna seperti dia. Setiap hujjahnya sesuai hukum syara, setiap
nasehatnya disertai dalil qathi, setiap ilmunya dia berikan penuh dengan cinta,
dan belaiannya bentuk kasih sayang kepada istrinya.
Tsumma alhamdulillah. Semoga
pernikahan ini menjadi salah satu wasilah dakwah. Bukankah tujuan menikah
adalah ibadah?
Saya adalah salah satu
orang pilihan yang Allah titipkan mendapatkan amanah terbesar sepanjang hidup,
yakni lelaki yang penuh dengan tanggung jawab menghantarkan saya bersama menuju
Jannah-Nya. Semoga saya bisa mempertanggungjawabkan itu.
Love you so much, ayang.
Wallahu Alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar