Sebetulnya sudah dari lama saya ingin berbagi cerita
mengenai hal ini. Judul tersebut-maaf menjiplak- saya ambil dari perkataan
brett pith (maaf gimana ya nulis namanya) dalam sebuah film yang berjudul “zombie”
atau bahasa kerennya –dalam buku bapa Jamil Azzaini- move on.
Gerakan adalah kehidupan. Guys, tahukah jikalau kita dalam
seminggu saja berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun. Dapat dipastikan
bahwa semua penyakit dapat bersarang dalam tubuh kita. Kenapa? Karena pada
dasarnya tubuh yang memiliki aktivitas harian yang tanpa dikendalikan kita akan
terus berlangsung. Seperti jantung yang tetap berdetak meskipun kita tidur,
ginjal yang terus memproduksi insulin sebagai pencegah gula dalam darah dalam
jumlah banyak. Jadi ketika tubuh ini tidak digunakan maka yang terjadi adalah
rapuhnya tubuh mu untuk melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Contoh yang
bisa di analogikan sama pisau deh, kalau di simpan di tempat sendok saja, maka
tunggulah karatan. J
Tahukah, orang yang terkena osteoporosis itu epidemologinya
adalah orang yang inactive aktivitas? Ya, itu lah kenyataan.
Kalau di buku ON Bapa Jamil Azzaini mah move on artinya
bergerak, berpindah, dari situasi ke situasi yang lain. Perpindahan ke arah yang
lebih baik. Saya akan gunakan analogi ini ke dalam masalah ibadah.
Ya, kalau kita merasa bahwa kita sudah istiqomah dengan
ibadah kita selama ini apakah akan menghantarkan kita pada sebuah ibadah yang
sempurna? Tentu tidak. Maka dari itu diperlukan MOVE ON. Karena kehidupan kita
akan berubah. Sepuluh tahun yang lalu tatkala kita berusia 10 tahun, sholat
kita hanya melakukan yang wajib. Tapi akankah kita terus seperti itu tanpa
meningkatkannya? Padahal ilmu kita bertambah bahwa selain sholat wajib ada sholat
sunnah yang bisa kita lakukan untuk menambah bekal kita nanti? Dunia ini
berputar dan terus berubah. Jika kita terus dalam keadaan seperti ini maka kita
akan tertinggal.
Barang siapa
yang harinya sama saja maka dia telah lalai, barang siapa yang hari ini lebih
buruk dari kemarin maka dia terlaknat, barang siapa yang tidak mendapatkan tambahan
maka dia dalam kerugian, barangsiapa yang dalam kerugian maka kematian lebih
baik baginya. (At Tadzkirah fil Ahadits Musytahirah, Hal. 138, Al
Firdaus bi Ma’tsur Al Khithab No. 5910)
Seperti dakwah. Ada teman saya yang menempel kata-kata di
depan pintu kamarnya “bergerak atau tergantikan” nyentak banget rasanya. Ya, mangga
jika kita mau stak saja disini silakan. Namun, meskipun kita mau mundur pasti
ada orang-orang yang lebih baik, yang dapat menggantikan kita. Ayo bergerak. Bergerak.
Tu wa tu wa

“bergerak atau tergantikan”.. Jazakillah khayr pengingatnyaa..
BalasHapus