Rabu, 26 Februari 2014

Gerakan adalah Kehidupan


Sebetulnya sudah dari lama saya ingin berbagi cerita mengenai hal ini. Judul tersebut-maaf menjiplak- saya ambil dari perkataan brett pith (maaf gimana ya nulis namanya) dalam sebuah film yang berjudul “zombie” atau bahasa kerennya –dalam buku bapa Jamil Azzaini- move on.
Gerakan adalah kehidupan. Guys, tahukah jikalau kita dalam seminggu saja berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun. Dapat dipastikan bahwa semua penyakit dapat bersarang dalam tubuh kita. Kenapa? Karena pada dasarnya tubuh yang memiliki aktivitas harian yang tanpa dikendalikan kita akan terus berlangsung. Seperti jantung yang tetap berdetak meskipun kita tidur, ginjal yang terus memproduksi insulin sebagai pencegah gula dalam darah dalam jumlah banyak. Jadi ketika tubuh ini tidak digunakan maka yang terjadi adalah rapuhnya tubuh mu untuk melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Contoh yang bisa di analogikan sama pisau deh, kalau di simpan di tempat sendok saja, maka tunggulah karatan. J
Tahukah, orang yang terkena osteoporosis itu epidemologinya adalah orang yang inactive aktivitas? Ya, itu lah kenyataan.
Kalau di buku ON Bapa Jamil Azzaini mah move on artinya bergerak, berpindah, dari situasi ke situasi yang lain. Perpindahan ke arah yang lebih baik. Saya akan gunakan analogi ini ke dalam masalah ibadah.
Ya, kalau kita merasa bahwa kita sudah istiqomah dengan ibadah kita selama ini apakah akan menghantarkan kita pada sebuah ibadah yang sempurna? Tentu tidak. Maka dari itu diperlukan MOVE ON. Karena kehidupan kita akan berubah. Sepuluh tahun yang lalu tatkala kita berusia 10 tahun, sholat kita hanya melakukan yang wajib. Tapi akankah kita terus seperti itu tanpa meningkatkannya? Padahal ilmu kita bertambah bahwa selain sholat wajib ada sholat sunnah yang bisa kita lakukan untuk menambah bekal kita nanti? Dunia ini berputar dan terus berubah. Jika kita terus dalam keadaan seperti ini maka kita akan tertinggal.
Barang siapa yang harinya sama saja maka dia telah lalai, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia terlaknat, barang siapa yang tidak mendapatkan tambahan maka dia dalam kerugian, barangsiapa yang dalam kerugian maka kematian lebih baik baginya. (At Tadzkirah fil Ahadits Musytahirah, Hal. 138, Al Firdaus bi Ma’tsur Al Khithab No. 5910)
Seperti dakwah. Ada teman saya yang menempel kata-kata di depan pintu kamarnya “bergerak atau tergantikan” nyentak banget rasanya. Ya, mangga jika kita mau stak saja disini silakan. Namun, meskipun kita mau mundur pasti ada orang-orang yang lebih baik, yang dapat menggantikan kita. Ayo bergerak. Bergerak. Tu wa tu wa

1 komentar:

  1. “bergerak atau tergantikan”.. Jazakillah khayr pengingatnyaa..

    BalasHapus