Ada
yang bilang tim work itu ibarat sebuah kawanan burung yang melakukan migrasi ke
suatu tempat. Tim ini lah yang akan membuat suatu kelompok dapat bekerja sama
dengan mudah efisien dan berhasil mencapai tujuan yang di kehendaki. Dan saya
belajar tentang semuanya dalam organisasi ini. Bukan, bukan organisasi yang
melibatkan orang-orang yang ikut bisa terikat. Hanya sebagai partisipan saja.
Ah,
hati. Siapa yang mengetahui betapa susahnya dikendalikan apalagi melibatkan
egoisme. Seperti yang sekarang saya rasakan. Bukan bermaksud untuk merasa
paling benar. Namun, bukankah harus ada aturan untuk membuat semuanya
terlaksana dengan baik. Seperti halnya mengingatkan dalam progress kerja,
komunikasi antar patner, sampai adanya laporan-laporan tentang biaya yang
keluar yang ditalang oleh anggotanya. Dan saya tidak bisa merasakan hal ini
dalam suatu acara yang telah kami buat ini.
Semua
bekerja sendiri-sendiri. Kadang komunikasi antar patner pun tidak terjalin.
Apakah mungkin karena ingin di lihat. Ah, terlalu naïf kalau saya harus bilang
begitu.
Contoh
lain pun terjadi sekarang. Bukan melibatkan saya sih. Bahkan saya mungkin tak
perlu tahu. Tentang kekalapan tim sukses dari calon ketua senat yang tidak
terima kalau calon yang di dukungnya tidak menang dalam musyawarah yang
dilaksanakan malam hari hingga jam 2 malam. Harusnya tidak perlu mengwangwang
dan menyebarkan berita yang tidak enak bukanke mahasiswa lainnya. Bukankah ini tandanya
mereka itu benar-benar kalah dan tidak terima atas keputusan yang sudah nyata.
Semuanya
mengingatkan aku pada materi kajian yang pernah aku ikuti. Benar adanya.
Ikatan
maslahat. Yapz, ikatan ini akan hilang tatkala suatu tujuan sudah tercapai. Hilanglah
silah ukhuwah yang terjalin antara anggotanya. Sebenarnya apaitu ikatan
maslahat sehingga membubarkan masanya tatkala tujuan itu tercapai? Iya,sudah
jelas bahwa ikatan ini terbentuk karena adanya ikatan manfaat. Aku temenan sama
kamu ya karena itu anak nya pinter bisa di ajak nyontek. Misalnya begitulah. Ketika
dia ga mau di ajak contek lagi maka putuslah hubungan dia dan aku.
Lalu,
ikatan apa yang seharusnya terbentuk untuk menjaga semuanya berada di jalan
yang benar? Ikatan mabda katanya. Aku pun belum paham mengenai ikatan ini
apakah bisa di terapkan dalam agenda yang seperti saya lakukan saat ini?
Bisa
ko. . .
Karena
mabda khususon islam adalah mualajah musykilaah.
Solusi dari berbagai masalah.
Ketika
seseorang ridho dengan aktivitasnya hanya untuk Allah maka hal di atas bisa
ditempas dengan mudah. Subhanalloh, tidak akan ada lagi problematika yang
terjadi sampai urat nadi harus putus karena emosi yang berkecamuk untuk
memenangkan diri dalam berdalih.
Allohu’alam
bish showab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar